Rabu, 04 Januari 2017

MENEBAR SALAM

  • Dalil menebar salam diantaranya  adalah 
  • Dalil Alquran
وَإِذَا حُيِّيتُم بِتَحِيَّةٍ فَحَيُّوا بِأَحْسَنَ مِنْهَا أَوْ رُدُّوهَا ۗ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ حَسِيبًا
Artinya: “Apabila kamu diberi penghormatan dengan sesuatu penghormatan, maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik dari padanya, atau balaslah penghormatan itu (dengan yang serupa). Sesungguhnya Allah memperhitungankan segala sesuatu”. (QS. An-Nisa: 86)

  • Dan hadist nabi Muhammad SAW :

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم حَقُّ اَلْمُسْلِمِ عَلَى اَلْمُسْلِمِ سِتٌّ: إِذَا لَقِيتَهُ فَسَلِّمْ عَلَيْهِ, وَإِذَا دَعَاكَ فَأَجِبْهُ, وَإِذَا اِسْتَنْصَحَكَ فَانْصَحْهُ, وَإِذَا عَطَسَ فَحَمِدَ اَللَّهَ فَسَمِّتْهُ وَإِذَا مَرِضَ فَعُدْهُ, وَإِذَا مَاتَ فَاتْبَعْهُ ) رَوَاهُ مُسْلِمٌ

Dari Abu Hurairah Radliyallaahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Hak seorang muslim terhadap sesama muslim ada enam, yaitu bila engkau berjumpa dengannya ucapkanlah salam; bila ia memanggilmu penuhilah; bila dia meminta nasehat kepadamu nasehatilah; bila dia bersin dan mengucapkan alhamdulillah bacalah yarhamukallah (artinya = semoga Allah memberikan rahmat kepadamu); bila dia sakit jenguklah; dan bila dia meninggal dunia hantarkanlah (jenazahnya)". (Riwayat Muslim)

  • Hukum Asal Mengucapkan salam adalah sunnah.
  • Hukum Asal menjawab salam hukumnya wajib atau fardu ain jika yang menjawab sendirian saja tidak bersama orang lain.
  • dan menjawab salam hukumnya fardlu kifayah jika bersama yang lain / jamaah (arti dari fardu kifayah adalah gugur kewajiban menjawab salam jika telah menjawab walau hanya satu orang bagian dari jamaah tersebut) dalil hadis nabi  
  •  يجزئ عن الجماعة إذا مروا أن يسلم أحدهم، ويجزئ عن الجلوس أن يرد أحدهم
           
    "mencukupi seseorang yang mengucap salam dari jamaah yang lewat dan mencukupi seseorang yang menjawab dari jamaah yang duduk"  walaupun seperti itu jamaahnya yang lain yang tidak mengucapkan/menjawab  salam mendapatkan pahala semua, karena pertolongan satu orang yang mengucapkan/menjawab  salam.
  • Beda hukum menjawab jika hukum mengucapkan salam bukanlah kesunahan (contoh yang mengucapkan salam adalah wanita yang cantik = haram, maka menjawab salam dari orang laki-laki adalah makruh)
  • Jika jamaah mengucapkan salam berurutan satu persatu maka seseorang cukup menjawab sekali dengan niat menjawab semuanya asal jangan terjadi pemisah waktu yg lama
  • Wanita cantik (yang dapat menumbuhkan syahwat) mengucapkan dan menjawab salam dari laki-laki adalah haram
  • Laki-laki mengucapkan dan menjawab salamnya wanita cantik (yang dapat menumbuhkan syahwat) adalah makruh
  • perbedaan tersbut adalah karena yang timbul dari wanita tsb adalah memang kepengennya cowok, beda masalah jika yang timbul dari cowok. (cowok memang nafsuan)
  • syarat tidak diperbolehkanya salam dari cewek ke cowok atau sebaliknya
    • cowok sendirian (kalo cowok banyakan  tidak makruh mengucap/jawab salam)
    • cewek sedirian (kalo cewek banyakan tidak haram mengucap/jawab salam)
    • ceweknya ngga di nafsuin (beda yang salam atau yg jawabnya nya nenek-nenek bau tanah, balseman, walaupun cuma pake kutang, dengan peniti segede gaban, dengan gaya rambut mak lampir, maka ngga masalah walau suaranya mendesah)
    • ngga ada sifat mahrom dan sifat suami istri (kakak adek boleh ngga ada masalah apalagi istri lu mau cipok juga ngga masalah, asal jangan didepan mertua aja, bisa dilempar ama asbak bisa)
  • Disyaratkan menjawab dan mengucapkan salam adalah ISLAM, sudah tamyiz (bocah yang dah ngerti), dengan suara yang kencang dan terdengar
    • jika kafir mengucapkan salam maka jawab WA ALAIKUM , atau WA ALAINA SALAM atau SALAMUN ALAINA
    • Jika kafir dan islam bergabung dalam satu jamaah maka ucapkan salam seperti biasa dengan diniatkan didalam hati salamnya khusus kepada muslim saja
    • beda dengan tamyiz yaitu orang gila atau bayi yg belum mengerti
    • beda juga adalah suara yang tidak terdengar atau suara yang dikeraskan dari speaker atau suara rekaman atau suara tersebut tidak online
    • dissyaratkan menjawab salam dengan segera, tidak ada qodo jawab salam, jika seandainya  ada orang yang mengucapkan salam kemudian dia akhirkan jawabnya dengan sebelumnya dia pisahkan dengan bicara yang tidak perlu maka dianggap tidak menjawab salam dan dia berdosa. karena menjawab salam adalah wajib 
    • jika orang tersebut gagu/tuna wicara  atau tuli/tuna rungu maka disunahkan dengan ucapan dan dengan isyarat yang dipahami.
  • Menjawab Mengucapkan salam sebaiknya dengan sempurna, begitu pun ketika menjawabnya.sesuai ayat Quran diatas dan hadist Rasulullah SAW bersabda:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَجُلًا مَرَّ عَلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ فِي مَجْلِسٍ فقَالَ سَلَامٌ عَلَيْكُمْ ” فقَالَ عَشْرُ حَسَنَاتٍ ثُمَّ مَرَّ رَجُلٌ آخَرَ فقَالَ سَلَامٌ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ فقَالَ عِشْرُونَ حَسَنَةً فَمَرَّ رَجُلٌ آخَرَ فقَالَ سَلَامٌ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ فقَالَ ثَلَاثُونَ حَسَنَةً …الخ
    • “Dari Abu Hurairah RA bahwa seorang pemuda melewati Nabi SAW, sedang dalam keadaan duduk disebuah Majelis. Maka Pemuda ini mengucapkan “Assalamu’alaikum”, maka Nabi SAW mengatakan : “bagi dia 10 kebaikan”. Lalu lewat Pemuda yang lain dan mengatakan : “Assalamu’alaikum wa rahmatullah, Nabi SAW mengatakan : “Bagi dia 20 kebaikan” kemudian lewat lagi Pemuda yang lainnya mengatakan : “Assalamu’alaikum warahmatullahi wa barakatuhu” Nabi SAW mengatakan :”Bagi dia 30 kebaikkan” (HR. IbnuHibban 493, Abu Daud 5195, Tirmidzi 2689 dan ini adalah lafadz Ibnu Hibban)

    • Ucapan salam adalah do’a kepada yang diucapkan kepadanya. Sebab kalimat salam itu sendiri mengandung tiga unsur do’a, do’a keselamatan dan kedamaian, do’a limpahan rahmat, dan do’a keberkahan. Lafaz salam
الَّسَلَامٌ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ
    • Artinya: “Salam kesejahteraan atasmu dan rahmat Allah serta keberkaan dari-Nya”.
    • As-Salaam sendiri adalah salah satu Asma’ Allah yang berarti, Maha memberi keselamatan, menebar kedamaian dan kesejahteraan untuk hamba-hamba-Nya.
    • Karenanya, orang islam ketika bertemu dengan saudaranya hendaknya mengucapkan salam, baik kepada yang dikenalnya atau pun yang tidak dikenalnya, kalau dia yakin orang tersebut adalah seorang muslim, sambil meniatkan dalam hatinya untuk mendo’akan saudaranya itu agar keselamatan, kedamaian, kesejahteraan, rahmat Allah dan berkah-Nya terlimpah atas nya.
    • Itulah rahasianya, kenapa Rasulullah SAW menyebutkan bahwa kalau kalian ingin saling mencintai, sebarkanlah salam di antara kalian. Beliau bersabda:
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ, قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «لَا تَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ حَتَّى تُؤْمِنُوا, وَلَا تُؤْمِنُوا حَتَّى تَحَابُّوا, أَوَلَا أَدُلُّكُمْ عَلَى شَيْءٍ إِذَا فَعَلْتُمُوهُ تَحَابَبْتُمْ, أَفْشُوا السَّلَامَ بَيْنَكُمْ
    •  Artinya: “Dari Abu Hurairah RA, dari Rasulullah SAW beliau bersabda : Kalian tidak akan masuk surga sampai kalian beriman dan kalian tidak akan beriman sampai kalian saling mencintai. Maukah kalian aku tunjukkan apa yang bisa membuat kalian saling mencintai? Para Shahabat berkata : “Tentu ya Rasulullah..” Sebarkanlah salam diantara kalian”.(HR. Muslim no.54)
 Disunahkan jika bertemu dijalan untuk mengucapkan salam baik dari yang sedikit ke yang banyak, yang muda ke yang tua, bagi yang berjalan ke yang diam,
Dalam mengucapkan salam juga ada aturan mainnya dari Rasulullah SAW. Sebagaimana dalam hadits berikut ini;
Dari Abu Hurairah ra., ia berkata: “Rasulullah SAW. bersabda: Seorang pengendara hendaknya mengucapkan salam kepada pejalan kaki dan pejalan kaki mengucapkan salam kepada orang yang duduk dan jamaah yang beranggota lebih sedikit mengucapkan salam kepada jamaah yang beranggota lebih banyak”. (Shahih Muslim No.4019).

Mengucapkan salam juga ada etikanya, sebab salah dalam pengucapan bisa merubah arti. Contoh yang banyak terjadi saat ini adalah, ketika seseorang menulis pesan singkat terkadang mengawali denga “Ass” yang maksudnya Assalamu alaikum, ini tidak boleh karena “Ass” berarti dubur, atau Mekah ditulis Mecca, ini artinya rumah anggur yang haram.  Muhammad, disingkat Mohd, artinya anjing bermulut besar. Na’uzubillah min dzalik.
Oleh sebab itu Kita perlu lebih hati-hati dalam menulis, menyingkat dan mengucapkan salam. Kebiasaan buruk berikut ini sering terjadi;
  • As             : orang bodoh, keledai
  • Ass             : dubur/pantat
  • Askum : celakalah kamu
  • Assamu : racun
  • Slamlekum :matilah kamu
  • Salom/syalom: dari Bahasa Ibrani untuk sesama Kristen
  • Mikum :dari Bahasa Ibrani yang artinya “mari bercinta”
Dalam riwayat juga disebutkan bahwa jika kita masuk rumah/ruagan lalu tidak mengucapkan salam, maka setan berkata kepada kawan-kawannya, “malam ini kita dapat penginapan gratis” atau ada di antara manusia yang makan dan tidak membaca ‘basmalah’, maka setan akan berkata kepada kawan-kawannya lagi “kita dapat jatah makan gratis”.
kalau pun rumah itu kosong, kita tetap harus mengucapkan salam, karena kita juga memberi salam kepada makhluk yang lain. Atau kita pulang dari perjalanan jauh dan merasa khawatir ada sesuatu dirumah, maka salamnya bisa seperti ini:
اَلَّسَلَامُ عَلَيْكُمْ مَا شَاءَ اللَّهُ لَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ
Artinya: “salam kesejahteraan atasmu, sungguh atas kehendak Allah semua ini terwujud, tiada kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah”
Insya Allah yang kita lihat dirumah itu menyenangkan semuanya.
Adapun didalam sebuah majlis, terkadang ada orang yang berbeda keyakinan dengan kita, lalu bagaimana mengucapkan salamnya? Sebab banyak ktia temukan ada yang salamnya bertumpuk-tumpuk, setelah mengucapkan Assalamu ’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, dia juga mengucapkan salam sejahtera, selamat pagi, selamat siang, atau salam-salam dari agama lain menjadi satu.
Orang yang mengucapkan seperti itu, kemungkinan besar kurang faham bahwa, Assalamu ’alaikum warahmatullahi wabarakatuh itu adalah salam penduduk surga, dan dari kata salam itu sudah mencakup semuanya, jadi tidak perlu disebutkan satu persatu. Justru bisa menjadi bahaya, jika hal seperti ini sudah dianggap toleransi. Sebab dalam agama kita sudah jelas garis merahnya;
لَكُمْ دِينُكُمْ وَلِيَ دِينِ
Artinya: “Untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku”. (QS. Al-Kaafiruun: 6)
Dalam Al-Qur’an pada ayat lain Allah SWT berfirman:
وَإِذَا ذُكِرَ اللَّهُ وَحْدَهُ اشْمَأَزَّتْ قُلُوبُ الَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ بِالْآخِرَةِ ۖ وَإِذَا ذُكِرَ الَّذِينَ مِن دُونِهِ إِذَا هُمْ يَسْتَبْشِرُونَ
Artinya: “Dan apabila hanya nama Allah saja disebut, kesallah hati orang-orang yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat; dan apabila nama sembahan-sembahan selain Allah yang disebut, tiba-tiba mereka bergirang hati”. (QS. Az-Zumar: 45)
Ayat ini mencela mereka yang tidak merasa puas jika nama Allah saja yang disebut tanpa menyebut sembahan yang lain. Mereka ini disebut tidak beriman kepada akhirat. Semoga kita diselamatkan dari hal-hal yang dapat menyelewengkan syari’at Islam. (Abu Faqih)





Tidak wajib jawab salam bagi :
  1. 1.     Solat
  2. 2.     Sibuk makan
  3. 3.     Sibuk minum
  4. 4.     Sibuk baca Quran
  5. 5.     Sibuk berdoa
  6. 6.     Sibuk berzikir
  7. 7.     Sedang khutbah
  8. 8.     Sedang talbiyah
  9. 9.     Sedang buang hajat
  10. 10. Sedang Iqomah
  11. 11. Sedang adzan
  12. 12. Yang salam anak kecil
  13. 13. Yang salam orang mabok
  14. 14. Yang salam pemuda/pemudi yang dikhawatirkan fitnah (tergoda)
  15. 15. Yang salam orang fasiq
  16. 16. Yangsalam sedang ngantuk
  17. 17. Kepada yang tengah tidur
  18. 18. Sedang jima
  19. 19. Sedang menghakimi
  20. 20. Atau sedang berada di WC / kamar mandi
  21. 21. Atau orang gila
belum selesai..Kitab Ianah juz  4  hal 214

Tidak ada komentar:

Posting Komentar